Orang Tua Perlu Waspadai Dampak Tayangan Televisi

PANTAU TV KABEL. Ketua KPID Sulbar Andi Rannu didampingi sejumlah anggota KPID Sulbar lainnya saat melakukan pemantauan di salah satu stasiun TV Kabel di Kabupaten Majene baru-baru ini.

POLEWALI-Terjadinya sejumlah kasus pelecehan seksual di tengah masyarakat di wilayah ini mengundang banyak tanggapan. Perlunya penguatan di keluarga melalui perhatian dan pembentengan yang kuat dengan penanaman nilai-nilai pendidikan dan agama disuarakan sejumlah kalangan.
Termasuk dengan menyaring berbagai hal dari luar yang dapat diakses dengan mudah melalui perkembangan teknologi dan informasi seperti televisi, gadget, dan internet.

Menurut Ketua KPID Sulbar Andi Rannu, pengaruh tayangan televisi adalah salah satu yang bisa memberi dampak buruk bagi perilaku anak. Terjadinya kasus pelecehan seksual yang bahkan seringkali pelakunya juga anak dibawah umur, kerapkali terjadi sebagai dampak dari menonton tayangan yang berbau pornografi dan pornoaksi di televisi.

"Apalagi, di wilayah kita dimana masyarakatnya banyak mengakses siaran televisi melalui televisi kabel. Kita pahami, bahwa tayangan-tayangan film dari saluran televisi luar negeri, yang sesungguhnya di beberapa bagiannya ada yang sangat vulgar dan seharusnya melalui sensor untuk bisa ditonton melalui televisi kita, terutama di jam-jam tayang siang hari. Kita tahu, anak-anak yang banyak menghabiskan waktu hanya dengan menonton televisi sangat rentan untuk bisa mengakses tayangan-tayangan ini, terlebih dengan pengawasan dan kesadaran pendampingan dari orang tua di wilayah ini yang masih relatif kurang," kata Andi Rannu di Polewali, Rabu (07/09/2016).

Ia menjelaskan, pihaknya di berbagai kesempatan telah mengingatkan pentingnya mendampingi anak saat meonton televisi. Selain itu, melalui Program AMeSSa atau Ayo Menonton Secara Sehat yang telah digulirkan KPID Sulbar sejak beberapa tahun lalu diharapkan dapat memberi panduan bagi orang tua dan Keluarga di rumah untuk bagaimana "berinteraksi" secara baik dengan layar kaca di rumahnya.

"AMeSSa sengaja kami gulirkan sebagai tutorial bagi orang tua dalam menggunakan televisi di rumah. Kami mengajak masyarakat bukan saja untuk bagaimana menonton siaran sehat, tetapi juga melalui cara menonton secara sehat," jelasnya.

Andi Rannu menambahkan, dalam program AMeSSa terdapat sembilan langkah menonton yang baik, yakni memilih acara yang akan ditonton, mendampingi anak saat menonton, terlebih dulu menentukan tujuan menonton, membatasi waktu menonton anak, memperhatikan jadwal acara TV, serta mendiskusikan apa yang ditonton. Selain itu, perlu memperhatikan jarak duduk saat menonton televisi, berdisiplin terhadap alokasi waktu menonton, dan mematikan televisi saat telah usai menonton.

"Hal-hal sederhana misalnya, membiarkan TV tetap menyala hampir sepanjang waktu, selain merupakan pemborosan listrik, itu juga menyebabkan anak maupun diri kita akan tetap memilih berada di depan TV saat itu. Padahal, banyak hal penting lainnya yang bisa dilakukan anak-anak saat berada di rumah selain hanya sekedar berada di depan TV atau bermain game melalui komputer maupun handphone. Belajar dengan mengulang pelajaran dari sekolah maupun bermain bersama teman adalah kesibukan yang jauh lebih baik dan produktif untuk dilakukan anak-anak selain sekadar menonton TV," pungkasnya. (*)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Orang Tua Perlu Waspadai Dampak Tayangan Televisi"