Perubahan

Berbicara tentang perubahan, maka kita sesungguhnya sedang berbicara tentang suatu hal yang kita pahami bahwa kondisinya selalu sama. Tidak pernah berubah. Dari dulu hingga sekarang. Yaitu bahwa segala hal yang ada di dunia ini pasti berubah.

"Perubahan adalah satu-satunya hal yang konstan," kata Heraclitus, seorang filsuf dari Yunani.

Semua hal berubah; kondisi alam, kondisi ekonomi, pemerintahan, politik, kehidupan sosial masyarakat, tren pakaian, bahkan kondisi tubuh manusia dan hal-hal lain yang sulit diamati namun ada disekeliling kita juga terus berubah.

Oleh sebab itu, agar tidak terlalu menyakitkan karena digilas oleh perubahan yang tidak terkendali, maka tidak ada pilihan lain kecuali kita harus menyesuikan diri dengan ikut merancang serta melakukan persiapan dalam menghadapi perubahan. Dan untuk bisa berubah sesuai dengan yang dikehendaki, dibutuhkan inovasi, ide-ide baru dan rumus yang jitu.

Allah SWT berfirman: "Sungguh Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum sampai mereka mau mengubah keadaan mereka sendiri." (QS. Ar-Ra'd: 11).

Ayat tersebut di atas mengisyaratkan adanya dua sumber perubahan. Pertama, perubahan dari dalam diri dan kedua, perubahan dari Allah SWT.

Lalu darimana kita harus memulai perubahan yang terencana agar kehidupan ini menjadi lebih baik? Berdasarkan ayat di atas, maka kita tahu bahwa perubahan itu tentunya harus dimulai dari masing-masing diri kita sendiri.

Sebab setiap individu yang telah tercerdaskan dan telah mampu berubah menjadi lebih baik, akan memberi imbas pada perbaikan lingkungan kehidupan masyarakatnya.

Atas dasar ini kita bisa berkesimpulan bahwa usaha memperbaiki tingkah laku kita secara peribadi akan sangat berpengaruh dalam mengubah kehidupan masyarakat. Dari sini juga tentu kita akan menyadari, bahwa betapa pentingnya kita menjadi bagian dari masyarakat. Sebab kita memiliki andil besar dalam merusak atau memperbaiki masyarakat.

Karena itu jangan tunda lagi dalam berbuat hal sekecil apapun menuju arah perubahan kehidupan masyarakat yang jauh lebih baik. Buanglah sikap pesimis. Sungguh! Allah Maha Melihat seluruh kegiatan kita.

Rasulullah SAW bersabda: "Perumpamaan orang yang melaksanakan hukum Allah dan yang tidak, seperti para penumpang yang naik sebuah kapal.

Sebagian mendapat tempat di atas dan sebagian lainnya di bawah. Mereka yang mendapat tempat di bawah mendapat pasokan air dari mereka yang berada di atas.

"Mungkinkah kita melubangi kapal ini hingga tidak lagi menyulitkan mereka yang diatas," ujar mereka yang mendapat tempat di bawah.

Bila mereka yang di atas tidak peduli, maka mereka akan tenggelam semuanya. Sebaliknya bila mereka menolongnya semua pasti selamat." (HR. Bukhari dan Tirmidzi)

Perumpamaan di atas menunjukkan bahwa kerusakan yang dilakukan oleh seorang oknum akan berakibat sangat fatal pada kebinasaan lingkungan kehidupan masyarakat.

Wallahu a'lam..

Subscribe to receive free email updates: