Penampilan Vs Pemikiran

Penampilan fisik boleh sederhana, seperlunya dan apa adanya. Tetapi jangan berpikir apa adanya: berpikir hanya sebatas merespon kejadian yang tampak di depan mata saja.

Berpikir apa adanya tidak akan pernah menghasilkan kepahaman menyeluruh untuk sebuah pengetahuan baru pada sesuatu selain habis waktu hanya sibuk mengatasi masalah-masalah yang itu-itu dan menyerah kalah pada masalah baru.

Bernalarlah. Lakukan analisa pada setiap fenomena atau kejadian sampai pada kemungkinan terkecil yang terjadi dibaliknya sekalipun fenomena atau kejadian itu tampak sederhana.

Bernalar menghasilkan pengetahuan dan kepahaman. Kepahaman yang baik akan membawa damai dan tenang dan bisa wujud dalam diam. Sebaliknya tidak paham dan tidak tahu akan membuat gaduh, grasah-grusuh dan bisa berujung pada rusuh.

Jadi ini bukan tentang menghindari berpikir sederhana pada hal-hal yang dianggap tidak sederhana, tetapi tentang bagaimana kemampuan menganalisa yang ada pada setiap diri itu seharusnya bekerja termasuk pada hal yang dianggap sangat sederhana.

Belajar dari sejarah, tidak sedikit hal sederhana berhasil menjelaskan peristiwa luar biasa, mengungkap misteri yang terpendam lama, bahkan melahirkan hal baru yang kemudian dicatat sebagai mahakarya.


*Muh. Gufran


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Penampilan Vs Pemikiran"