Di Bawah Hujan Agin Disertai Gempa, Aluk Todolo Mamasa Gelar Ritual Memala'

MAMASA-Komunitas aliran kepercayaan Aluk Todolo di Kabupaten Mamasa melakukan ritual Memala'. Ritual memala' atau memohon tersebut dilaksanakan oleh para tetua dan tokoh komunitas Aluk Todolo di Desa Sasakan Kecamatan Sumarorong, Kabupaten Mamasa, Jumat (09/11/2018).


Memala' dapat diartikan sebagai memohon ampun dan meminta pertolongan Tuhan (Batara Lolo) agar seluruh masyarakat Kabupaten Mamasa dijauhkan dari segala marabahaya.

Seperti diketahui bahwa beberapa hari terakhir ini Mamasa dilanda gempa bumi yang membuat panik masyarakat Mamasa sehingga ribuan warga Mamasa mengungsi ke sejumlah tempat yang dianggap aman.

Menyikapi hal itu, sejumlah perwakilan aliran kepercayaan Aluk Todolo yang berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Mamasa berkumpul menggelar ritual "Memala' Massuru' Lembang".

BACA JUGA:

Dalam ritual ini komunitas aliran kepercayaan menyembelih hewan berupa babi dan ayam. Hewan berupa babi dan ayam yang digunakan dalam ritual ini bukan sembarang.

Babi yang digunakan dalam ritual tersebut adalah babi yang warna bulunya putih kemerah-merahan. Warna babi seperti ini oleh aliran kepercayaan disebut bai bulan.

Selain babi, komunitas ini juga menggunakan tiga ekor ayam yang memiliki warna bulu yang berbeda. Ketiga macam ayam dimaksud adalah manuk lea (ayam merah) manuk bolong (ayam hitam) dan manuk rame (ayam yang bulunya bercampur hitam merah dan cokelat).

Sumar Patodingan salah seorang pengurus aliran kepercayaan kepada JOIN mengatakan, ritual Memala' Massuru' Lembang (berdoa memohon pengampunan) dilakukan sebagai bentuk permohonan maaf sekaligus permohonan ampun kepada sang pencipta jika selama ini ada warga kabupaten Mamasa yang melakukan kesalahan dan pelanggaran, sehingga Tuhan menegur hambaNya melalui alam, cuaca dan lainnya.

Sumar Patodingan menjelaskan, aliran kepercayaan menggelar ritual seperti ini merupakan tradisi nenek moyang mereka yang tetap dipelihara secara turun temurun.

Sumar juga mengatakan, kadang ritual seperti ini oleh orang lain dianggap sesuatu yang tidak benar, namun dalam komunitas mereka, ritual seperti ini diyakini menjadi do'a terbaik agar seluruh warga dihindarkan dari segala marabahaya.

Meski dibawah guyuran hujan dan angin serta sesekali masih disertai getaran gempa, ritual yang dilaksanakan di Bobong Batu ini dihadiri ratusan warga komunitas aliran kepercayaan Aluk Todolo. Ritual ini dipimpin oleh seorang yang disebut Tommammang atau pemimpin ibadah.

"Semoga ritual yang kami gelar hari ini di terima oleh sang pencipta agar kedamaian dan ketenagan di Mamasa dapat terwujud," kata Sumar Patodingan.

(JOIN Mamasa/Gufran Padjalai)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Di Bawah Hujan Agin Disertai Gempa, Aluk Todolo Mamasa Gelar Ritual Memala'"