Hati-hati!!! Bisul dan Diabetes, Kombinasi Penyakit yang Mematikan



Punya bisul di tubuh memang terdengar menggelikan atau menjijikkan. Tapi benjolan berisi cairan kotor itu tak bisa disepelekan, apalagi bagi pasien diabetes mellitus. Jika tak ditangani serius, penyakit yang terdengar ringan itu bisa berdampak fatal, bahkan mengakibatkan kematian.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat Husni Kamil Manik bisa menjadi contoh. Menurut sang kakak, Muhammad Arfanuddin Manik, Husni meninggal akibat peradangan yang melebar dan menjadi infeksi. Peradangan itu bisa berasal dari bisul. Apalagi Husni ternyata memiliki riwayat diabetes.

Meski tim dokter yang menanganinya di Rumah Sakit Pusat Pertamina Jakarta tidak bisa membeberkan penyebab pasti kematian Husni dengan alasan privasi pasien, dua kondisi itu--bisul dan diabetes--memang bisa merenggut nyawa seseorang. Itu disampaikan Ari Fahrial Syam, dokter dari Divisi Gastroenterologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran UI.

"Bisul atau luka pada pasien diabetes melitus berbahaya dan jangan dianggap sederhana karena akan meningkatkan kadar gula darah," kata Ari dikutip CNNIndonesia.com.

Jika bisul membesar dan meluas menjadi abses atau penumpukan cairan nanah, sebaiknya segera dibawa ke dokter bedah. Dokter akan mengobati dengan membersihkan luka dan mengeluarkan nanah. Dengan demikian, tidak akan terjadi infeksi sampai ke alirah darah.

Tapi jika bisul dibiarkan, bisa berlanjut menjadi abses yang berujung pada infeksi. 

"Infeksinya sistemik, bakterinya akan ke mana-mana dan gula  darah menjadi tidak terkontrol," ujar Ari. 

Itulah yang berbahaya pada pasien diabetes sebab erjadi ketoasidosis diabetes. Itu merupakan kondisi komplikasi diabetes mematikan yang disebabkan kurangnya insulin dalam tubuh. 

Kondisi ini dapat terjadi ketika tubuh tidak bisa mengolah gula darah karena tidak cukupnya insulin. Umummya itu terjadi pada pengidap diabetes tipe 1 atau orang yang tidak menyadari bahwa dirinya sebenarnya mengidap diabetes.

Ketoasidosis itu berbahaya. "Pasien biasanya sesak. Hal ini yang mungkin menyebabkan infeksi berat dan komplikasi diabetes berat," kata Ari melanjutkan. 

Bukan hanya sesak napas, ketoasidosis diabetes juga menyebabkan volume urine meningkat, haus, kelelahan, sakit perut, detak jantung lebih cepat, muntah, pusing, napas bau, mudah mengantuk, sampai akhirnya koma.

Apabila tak tertangani, itu yang pada akhirnya menyebabkan kematian.

Dituturkan Ari, diabetes mellitus memang biasanya meningkat pascalebaran. Itu berkaitan dengan pola dan jenis makanan yang dikonsumsi yang tiba-tiba berubah. Selain bersantan, makanan Lebaran umumnya manis-manis dan mengandung cokelat, keju, telur. Belum lagi minuman bersoda yang tersedia. Itu tinggi gula dan menambah kadar lemak dalam tubuh.

"Pasien diabetes mellitus makin hari makin meningkat pada masyarakat kita karena gaya hidup makan yang manis-manis dan kurang gerak," ujar Ari menambahkan. Ditambah kondisi buruk lain, maka semakin berbahaya.

Sumber: CNNIindonesia

Subscribe to receive free email updates: