Tentang Suara Ledakan Dari Dalam Tanah, Apakah Sama yang Terjadi di Mamasa?

SEJAK Ahad pagi sampai Senin (10/12) dini hari, fenomena suara sperti ledakan di dalam tanah membuat geger warga sebuah desa di kacamatan Sumarorong Kabupatem Mamasa Provinsi Sulawesi Barat.

sekedar gambar ilustrasi/net

Dilaporkan seorang pengguna media sosial di grup facebook Mamasa Community, suara seperti ledakan mirip "mercon" bambu yang biasa dimainkan anak-anak di Mamasa tersebut, terdengar dari dalam tanah di sebuah rumah warga bernama Mama Lina.

Berbagai spekulasi dan komentar pun muncul menanggapi fenomena tersebut, namun belum ada penjelasan pasti bisa menentukan secara jelas mengenai sumber suara dimaksud. Akibatnya tidak sedikit warga Mamasa yang semakin hawatir mengingat sejak beberapa waktu terakhir, Kabupaten Mamasa dalam setiap harinya, hampir tidak pernah sepi dari goyangam gempa.

BACA JUGA:

Suara Dari Dalam Tanah Hebohkan Warga Mamasa, Ada Kaitan Dengan Gempa?

Penulis kemudian berusaha mencari informasi di internet mengenai peristiwa serupa dan kemungkinan sumber suara tersebut yang pernah terjadi tempat lain.

Hasil penelusuran penulis, ditemukan banyak informasi tentang suara ledakan dari dalam tanah. Suara seperti ledakan tersebut dilaporkan pernah terjadi di banyak tempat dan beberapa diantaranya telah dilakukan kajian dan mendapat penjelasan ilmiah dari pihak yang ahli dibidangnya.

Salah satu diantaranya adalah fenomena suara ledakan dan gemuruh dari dalam tanah pasca gempa yang terjadi di sejumlah desa di Kecamatan Tanjungsari di kaki Gunung Geulis Sumedang, Jawa Barat tahun 2010 silam.

Dikutip dari laman Tempo.Co Kepala Bidang Gempa Bumi dan Gerakan Tanah, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi, Departemen ESDM, Gede Suantika pada waktu itu mengatakan, bunyi ledakan yang terdengar warga di sejumlah desa di Kecamatan Tanjungsari tersebut adalah akibat gerakan tanah tipe rayapan yang terjadi di bawah permukaan tanah.

Kepada Tempo Ia mengatakan, gerakan tanah tipe rayapan menimbulkan suara gemuruh di sekitarnya.

Menurutnya, peristiwa serupa sempat terjadi juga di satu desa di Lampung pada 2006 lalu. Di tempat itu juga dilaporkan suara ledakan disertai gemuruh yang disebabkan oleh gerakan tanah tipe rayapan.

Di sana, kata dia, peristiwa gemuruh itu terjadi hampir sebulanan dan kemduian berhenti dengan sendirinya.

Fenomena serupa lanjutnya, juga pernah dilaporkan terjadi di Wonogiri pasca gepa yang menguncang Yogjakarta pada 2006 lalu. Warga di tempat itu mendengar suara dentuman berulang-ulang pasca gempa.

Tetapi suara gemuruh yang didengar warga setempat kemungkinan pertama bersumber dari retakan batu yang pecah akibat gempa dan saling mencari keseimbangan.

"Kemungkinan kedua, karena rongga yang ada di batu gamping kemasukan sedimen yang ada di atasnya," kata dia.

Indikasi yang kedua ini berdasarkan pada jarak sekitar dua kilometer dari lokasi yang dibor, yaitu di Dusun Barongan, Desa Sumberagung, Kecamatan Jetis ditemukan lapisan batu gamping pada kedalaman 34 meter saat dilakukan pencarian sumber air bersih beberapa waktu lalu setelah gempa 27 Mei 2006.

Menurut dia, material yang terangkat dari pengeboran tersebut diteliti di laboratorium UPN Veteran Yogyakarta guna mengetahui hasil akhir dari penelitian tim ini.

Dari sejumlah peristiwa serupa yang pernah dilaporkan, didapkan informasi bahwa tidak ada yang perlu terlalu dikhawatirkan meski tentu tetap harus selalu wasapda.

Khusus yang terjadi di Mamasa sekarang, dibutuhkan secepatnya agar pihak yang berkompeten segera memberikan penjelasan kepada warga agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi mengenai suara gemuruh tersebut.(*)

*Muh Gufran/dari berbagai sumber

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tentang Suara Ledakan Dari Dalam Tanah, Apakah Sama yang Terjadi di Mamasa?"