Ini Kisah Marten, Pemuda Cerdas yang Dikurung Karena Gangguan Jiwa

MAMUJU-Marten, pemuda dari Desa Pokkang Kecamatan Kalukku Kabupaten Mamuju ini telah dibebaskan dari kurungan sempit yang memaksa dirinya hanya bisa duduk dan berbaring selama 11 bulan karena mengidap penyakit gangguan jiwa.

Senin sore 25 Juni 2018, satu tim yang berasal dari sejumlah instansi pemerintah terkait bekerjasama dengan lembaga swadaya masyarakat (LSM) tiba di rumah orang tua Marten di Pokkang.

Tujuannya adalah untuk membebaskan Marten dari kurungan dan selanjutnya dievakuasi ke rumah sakit jiwa agar mendapatkan penanganan layak dan manusiawi.

Baca Juga: Dievakuasi dari Kurungan, Pasien Gangguan Jiwa di Mamuju Sempat Memukul

Rusnani, aktivis LSM yang menjadi fasilitator evakuasi mengatakan kepada warga yang berkerumun menyaksikan proses evakuasi, agar segera melaporkan jika menemukan kasus serupa.

"Jadi bapak-bapak, ibu-ibu, jika menemukan ada yang seperti ini agar melaporkan kepada pihak kami yang sekarang ada di sini suapaya bisa ditangani secepatnya dengan penanganan yang layak," katanya.

Kondisi Marten selama hampir setahun dikurung memang sangat memprihatinkan. Ia ditutup menggunakan papan dalam kurungan bambu bulat layakanya kandang ternak. Luas kurungannya hanya sekitar 1 X 2 meter dengan tinggi kurang dari 1 meter.

Menurut sejumlah tetangga sekitar rumah orang tua Marten, pemuda yang dikenal cerdas di sekolahnya itu, mengalami gangguan jiwa sudah berlangsung selama sekitar 1 tahun.

Disebutkan, Marten sebelumnya adalah siswa salah satu SLTA di Kalukku. Ia dikenal cerdas sejak dari sekolah dasar, namun kemudian berhenti karena gangguan jiwa.

"Dia begitu (gangguan jiwa-red) waktu mau naik kelas dua SMA," kata salah seorang kerabat Marten.

Diceritakan, awalnya Marten dan seorang adik perempuannya tinggal di rumah di perkampungan dan tidak ikut orang tuanya karena sekolah. Sementara kedua orang tuanya tinggal di kebun.

Suatu hari adiknya melihat keanehan pada diri Marten. Ia terlihat biasa tengah malam mengambil air, digunakan berkumur lalu disiram kesekeliling rumah.

Atas tingkah aneh itu, adiknya kemudian memberi tahu ibunya yang selama ini tinggal di kebun agar tinggal dulu rumah di perkampungan.

Namun kelainan pada diri Marten makin menghawatirkan. Ia memiliki kebiasaan baru seharian berendam di sungai. Kadang tak kenal waktu keluar keluyuran di jalan sampai keluar dari desa.

"Hal inilah yang dikhawatirkan keluarganya," Kata salah seorang kerabatnya.

Jadi menurut salah seorang kerabat Marten yang lain, memang selama ini Marten belum pernah mencelakai orang lain, tapi takutnya dia mencelakai dirinya sendiri, atau pergi ke tempat lain malam-malam lalu dikira orang, dia adalah penjahat kemudian terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Kalau di rumah, dia hanya biasa merusak barang-barang dalam rumah." kata tetangga yang lain.

Namun sejak dikurung di sebuah bangunan kecil di samping rumah orang tuanya selama sudah hampir satu tahun, sejak itu keluarga merasa tertekan karena Marten setiap malam berteriak-teriak dan berbicara tak senonoh.

"Itu sangat menganggu, jadi tidak enak sama tetangga," kata Ibunya.

Dan dengan datangnya tim yang akan mengevakuasi ke rumah sakit jiwa, keluarga berharap Marten akan sembuh dan bisa kembali sehat seperti semula. (gp)

Lihat Video Detik-detik kurungan Marten Dibuka:





Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Ini Kisah Marten, Pemuda Cerdas yang Dikurung Karena Gangguan Jiwa"