Ekonomi Umat Dapat Digerakkan di Masjid



Perekonomian tak selalu identik dengan kegiatan di pasar, namun bisa juga dibangun di lingkungan Masjid. Demikian disampaikan Ketua Masjid Jogokariyan, ustaz M. Yazir, ASP dalam konferensi pers di sela-sela Pelatihan Masjid Mandiri di masjid Istiqlal Jakarta beberapa waktu lalu.

Ia mengungkapkan, potensi-potensi masjid di nusantara dapat dioptimalkan untuk membangun perekonomian umat.

Menurutnya, masjid di seluruh nusantara yang berjumlah lebih kurang 850 ribu seyogyanya dapat terintegrasi dan tersistemisasi dalam suatu jaringan database. Dengan demikian, akan mudah mendapatkan Informasi mengenai masjid-masjid berikut potensinya.

Lebih lanjut ustaz Yazir mengatakan, di Indonesia sendiri sangat banyak berdiri masjid-masjid. Ada yang namanya masjid kampus, masjid kantor, masjid wisata, masjid mall, masjid pasar, juga masjid sekolah. Potensi ini semestinya dimanfaatkan dengan baik dan optimal.

Ia berharap agar dewan masjid memetakan masjid-masjid di Indonesia diikuti dengan peta potensi masing-masing masjid.

"Mana masjid sekolah, masjid wisata. Intinya dibikin jaringan masjid," ujar ustaz Yazir.

Ia kemudian memberikan satu contoh, misalnya masjid wisata yang menjadi tujuan para wisatawan. Dengan konsep ini dapat digali potensi-potensi yang ada pada masjid wisata seperti lapangan parkir untuk memarkirkan mobil-mobil pariwisata, restoran, toilet umum, tempat oleh-oleh serta penginapan.

"Kita selalu lemah dalam pendataan dan pemetaan," kata ust Yazir.

Ia menambahkan, selain potensi perekonomian, potensi intelektual juga ada di masjid-masjid kampus. Dari masjid pula, ujar ustaz Yazir, dapat diciptakan pemimpin-pemimpin Indonesia yang cakap. (Jurnalis Muslim.Com)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Ekonomi Umat Dapat Digerakkan di Masjid"