Baca!! Rahasia Untuk Mendapatkan Kepercayaan Orang Lain



Pak Modus dan Pak Tulus adalah dua orang pedagang beras di sebuah pasar tradisional. Keduanya memiliki kios yang berdampingan dengan barang dagangan yang sama yaitu beras. Jenis beras dan harga yang ditawarkan oleh kedua pedagang ini sama persis. Dan sama-sama tentu bukan beras palsu. Namun anehnya, setiap hari para pembeli berjubel-jubel mendatangi kios Pak Tulus sementara tidak banyak pembeli yang mau datang menghampiri kios Pak Modus.

Selidik punya selidik ternyata para pembeli merasa tenang bila berbelanja di tempat Pak Tulus dan sebaliknya akan merasa curiga bila berbelanja di tempat Pak Modus. Pak Modus sering ketahuan mengurangi timbangan beras dan memasukkan beras yang basah. Pak Modus juga dikenal sering memberikan uang kembalian dalam jumlah kurang.

Sebaliknya, Pak Tulus dikenal selalu memberikan timbangan yang sesuai dan memastikan berasnya kering. Bila pelanggan mendapati beras dari Pak Tulus dalam keadaan basah, maka Pak Tulus akan dengan senang hati menukarnya. Pak Tulus juga selalu memberikan uang kembalian dalam jumlah yang sesuai bahkan kadang-kadang lebih.

Para pelanggan akhirnya lambat laun mulai kurang percaya kepada Pak Modus dan sebaliknya semakin mempercayai Pak Tulus. Hal ini disebabkan karena self orientation.

BACA JUGA:  Agar Dipercaya

Self orientation atau orientasi diri adalah elemen ke-empat yang sangat menetukan dalam memberi kepercayaan atau mendapatkan kepercayaan dari orang lain. 

Dalam kisah Pak Modus dan Pak Tulus, self orientation Pak Modus sangat kental terasa sementara sebaliknya Pak Tulus tampak tidak terlalu memperhatikan kepentingan dirinya dan lebih memperhatikan kepentingan pembeli.

Self orientation atau orientasi diri sangat mempengaruhi kepercayaan yang diberikan oleh orang lain kepada seseorang. Semakin kuat self orientation seseorang, maka akan semakin berkurang kadar kepercayaan yang akan diberikan orang lain kepada orang tersebut.

Dari ilustrasi pedagang beras Pak Modus dan Pak Tulus yang diceritakan di atas, dapat disimpulkan bahwa semakin seseorang memetingkan dirinya sendiri maka semakin sedikit kepercayaan yang didapatnya.

Sebaliknya, semakin seseorang tidak memetingkan dirinya sendiri dan perduli pada kepentingan orang lain, maka semakin besar kepercayaan yang didapatnya. Mengapa? Karena setiap manusia akan secara alamiah dan naluriah menjaga kepentingannya agar tidak terganggu.

Saat menemukan seseorang yang memiliki kepentingan diri yang sangat besar, maka siapa pun akan berjaga-jaga agar tidak menjadi korban dari ambisi pribadi orang tersebut.

Demikian pula sebaliknya, saat bertemu dengan seseorang yang tidak memiliki ambisi pribadi yang menonjol, maka orang lain di sekitarnya tidak akan merasa terancam dan dengan demikian mereka bisa menaruh kepercayaan kepada orang tersebut.

Hal penting lainnya yang juga menjelaskan elemen self orientation atau orientasi diri adalah karena kepercayaan butuh keteladanan.

Orang-orang yang memiliki self orientation tinggi akan sulit memberikan teladan karena mereka akan lebih mengutamakan kepentingan dirinya sendiri.

Sebaliknya, orang-orang yang memiliki self orientation rendah akan dengan mudah memberikan keteladanan karena mereka akan lebih mengutamakan kepentingan orang lain diatas kepentingan dirinya sendiri.

Subscribe to receive free email updates: