Tulisan "Allah" di Kaki Gunung Pantai Palipi Majene


Tulisan Allah dalam huruf arab terlihat di kaki gunung di Pantai Palipi Kabupaten Majene Provinsi Sulawesi Barat. Mungkin ini bukan sesuatu yang aneh dan mungkin biasa saja bagi anda, tapi uniknya pola yang membentuk tulisan Allah tersebut terbentuk secara alami dari pola warna daun pohon-pohon yang tumbuh di kemiringan kaki gunung.

Pemandangan unik yang berada tak jauh dari pantai Palipi Sendana ini akan anda saksikan jika anda melewati jalan poros Majene - Mamuju, tepatnya di Desa Banua Kecamatan Sendana Kabupaten Majene.

Bukit yang ditutupi hutan jati itu, tampak jelas membentuk pola yang jika dilihat dari jauh, menyerupai tulisan arab Allah.

Untuk menyaksikan fenomena unik tersebut, anda hanya perlu melewati jalan poros Majene - Mamuju dari arah Mamuju ataupun sebaliknya.

Pemandangan tersebut bisa disaksikan tanpa harus turun dari kendaraan. Bahkan bisa disaksikan sambil kendaraan yang membawa anda tetap jalan.

Namun keberadaan hutan jati dengan pola yang unik tersebut akan terlihat dengan jelas jika anda dalam perjalanan dari arah Majene menuju Mamuju.

Dari arah Mamuju anda masih harus sedikit menoleh ke belakang ke sebelah kiri jalan. Bagi yang menggunakan angkutan umum dan sering mengalami mabuk perjalanan, saya sarankan untuk meminta izin kepada sopir untuk berhenti sesaat.. Heheh.

Namu hal itu tidak perlu anda lakukan jika mobil angkutan yang anda tumpangi datang dari arah Majene, anda hanya perlu duduk di kursi sebelah kanan tepat di dekat jendela.

Memasuki Kecamatan Sendana, setelah anda melewati Pelabuhan Palipi Sendana yang berda di sebelah kiri jalan, kendaraan anda akan melintas di atas sebuah jembatan yang sungainya berkelok ke arah gunung dengan pemandangan terbuka di sekelilingnya.

Tepat di depan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Palipi Majene, beberapa meter setelah meninggalkan jembatan, menolehlah sedikit kira-kira 45 derajat ke arah gunung di sebelah kanan jalan. Di sana di kaki gunung, anda akan melihat sebuh bukit dengan pola pepohonan yang unik; terlihat seperti tulisan arab, Allah.

Jika menggunakan kendaraan sendiri, berhentilah sebentar di sebelah kiri jalan, buka jendela jika anda di atas mobil, atau buka helm jika mengendari motor, lalu amati baik-baik. Mungkin terlihat samar, tetapi jika anda ikuti polanya, maka anda akan lihat pola itu mirip tulisan Allah.


Hasil pengamatan sesaat saya, pola yang membentuk tulisan Allah itu adalah pohon-pohon jati yang warna daunnya berbeda karena perbedaan kesuburan tanah tempat tumbuh.

Yang terlihat lebih gelap adalah bagian cekung dari permukaan bukit yang membentuk lembah. Kondisi cekung permukaan gunung atau bukit akan membuat tanah diatasnya dilebih subur dan biasanya basah karena dialiri mata air atau anak sungai di dasar lembahnya. Keadaan ini membuat pepohonan lebih subut dan daunnya hijau lebih gelap.

Pepohonan yang daunnya terlihat lebih terang adalah bagian tertinggi dari permukaan tanah di kaki-kaki bukit. Permukaan tanah seperti ini biasanya kering, berbatu dan tandus..

Heheh.. Itu hanya perkiraan saya yang melihat dari jauh tempat yang sedang kita bicarakan ini, berdasarkan pengalaman saya sering memasuki hutan.


Kita lanjutkan, keberadaan hutan dengan pola yang unik tersebut, saat ini telah menjadi perhatian dan sasaran kamera para pengguna jalan yang melewati tempat ini.


Meski tempat ini belum terlalu dikenal, namun beberapa foto yang dibagikan di media sosial hasil jepretan para pengguna jalan yang melewati tempat ini, cukup menarik perhatian banyak orang dan menjadi perbincangan.

Saya menulis tentang tempat ini sekedar untuk memberi sedikit gambaran sebatas apa yang sempat saya saksikan dari banyak kali melewati tempat ini.

Penyebutan nama tempat atau lainnya terutama terkait kawasan ini masuk desa apa mungkin kurang tepat karena saya hanya berusaha mengenalinya dari tanda dan batas-batas wilayah yang sempat saya baca sambil tetap berkendara.

Jadi soal ini kiranya dapat dimaklumi, namun satu hal yang saya pastikan bahwa tempat ini tidak jauh dari pelabuhan Palipi dan PPI Palipi.

Subscribe to receive free email updates: