Bunga Bangkai Mekar di Belakang Rumah, Awalnya Dikira Ada Ayam Mati

Kamis (24/10) sore, saya dikagetkan dengan bau bangkai yang sangat busuk menyengat di halaman belakang rumah dekat kandang ayam saya di Dusun Kampung Baru, Desa Beru-Beru, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Awalnya saya kira ada ayam saya yang mati, tapi ternyata bukan.

Sore hari itu, seperti biasa, saya ke halaman belakang rumah untuk memberi makan beberapa ekor ayam peliharaan. Namun sore itu, saya tidak langsung ke belakang karena begitu pintu yang menghubungkan ruang dapur dengan halaman belakang saya buka, tiba-tiba aroma bau bangkai menusuk hidung menyeruak masuk memenuhi udara.

Seketika pandangan saya mengarah ke tumpukan perabot dan peralatan lain yang memang saya letakkan di dekat pintu. Saya geser satu-persatu. Saya pikir, kodok yang sering saya usir kelur dari balik pintu bahkan pernah saya buang jauh-jauh namun kemudian selalu saya temukan lagi keesokan harinya di tempat yang sama, telah mati dan membusuk.

Saya terus mencari sumber bau di dekat pintu, namun aromanya tidak menunjukkan bahwa sumbernya semakin dekat. Perlahan bau busuk itu malah menghilang bersama angin.


Lalu saya mengalihkan perhatian. Saya pikir mungkin hanya cicak atau tokek yang terjepit daun pintu lalu mati dan membusuk. Seingat saya tidak  ada ayam peliharaan saya yang sakit yang bisa saya duga menjadi sumber bau busuk itu.

Lalu saya melangkah ke kandang ayam. Suasana mulai remang. Dari masjid terdekat, lantunan ayat suci alquran melalui pengeras suara terdengar memberi tanda bahwa sebentar lagi waktu shalat magrib akan tiba.

Sementara saya baru saja hendak meninggalkan kandang, tiba-tiba bau busuk itu kembali menyeruak dan terasa sangat dekat.

Dugaan saya sebelumnya bahwa tidak ada ayam yang mati hilang. Saya lalu mencari-cari. Beberapa petak kurungan ayam yang kosong saya periksa. Saya yakin ada bangkai ayam di sekitar kandang dan kemungkinan matinya sudah beberapa hari.

Tapi ayam siapa, apa mungkin ada orang iseng buang bangkai ayam ke sekitar kandang saya?

Saya memutar ke belakang kandang dekat  pagar. Tiba-tiba telinga saya menangkap suara lalat yang sepertinya sedang mengerumuni sesuatu yang busuk. Suaranya terdengar jelas. Lalu saya arahkan pandangan ke sumber suara.

Ternyata lalat-lalat itu sedang berkurumun pada sebuah tumbuhan yang keluar dari dalam tanah berbentuk kerucut bulat dengan permukaan berlipat-lipat berwarna merah gelap mengkilap dengan kelopak berbentuk mangkuk warna hijau yang mengelilingi.

Saya tahu tumbuhan ini baru muncul dari dalam tanah, karena sudah beberapa hari sebelumnya saya melihat kemumculannya. Dari sejak masih berbentuk bulat sampai kemudian terbuka dan mekar saya melihatnya. Tumbuhan serupa beberapa tahun sebelumnya juga pernah muncul di tempat ini, tapi waktu itu saya tidak terlalu memperhatikannya.

Saya juga tidak memperhatikan kalau tumbuhan itu bisa mengeluarkan bau yang sangat busuk. Tapi melihat lalat terbang di sekelilingnya saya berkesimpulan tumbuhan inilah yang busuk. Juga tampak semacam cairan lengket yang meleleh di bagian pucuknya, lalu saya menyentuhnya dengan jari dan mendekatkan ke hidung Benar saja baunya sangat busuk.

Saya kemudian mengambil HP dan memgambil gambar lalat-lalat yang sedang terbang dan hinggap di pucuk tumbuhan tersebut. Saya juga membuat videonya dari dekat. Namun nyaris saja saya muntah andai tidak segera meninggalkan tumbuhan tersebut.

Saya lalu menceritakan kepada istri dan tetangga. Mereka mengatakan bahwa tumbuhan tersebut adalah bunga bangkai. Kata tetangga yang rumahnya paling dekat, subuh hari itu, dia bahkan sudah mencium bau busuknya. Bahkan sempat merasa mungkin ada mahluk gaib yang menakut-nakutinya.

Namun saat saya ceritakan dan ingin memastikan apakah juga pernah menemukan tumbuhan serupa di sekitar pemukiman kami, dia mengatakan bahwa memang biasa, namun agak jauh ke dekat sungai. Katanya, barusan ini berada dan tumbuh di halaman rumah.

Istri saya lalu menyarankan untuk membuatkan tulisan untuk sekedar berbagi pengalaman unik saya menemukan bunga bangkai di belakang rumah kami.

Karena penasaran saya lalu mencari-cari informasi tentang bunga bangkai, lalu saya temukan bahwa bunga bangkai yang mirip dengan yang saya temukan di halaman belakang rumah adalah bunga tanaman suweg.

Menurut Wikipedia, suweg (dari bahasa Jawa) adalah tanaman anggota marga Amorphophallus dan masih berkerabat dekat dengan bunga bangkai raksasa (A. titanum) dan iles-iles (A. muelleri). Suweg sering dicampurbaurkan dengan iles-iles karena keduanya menghasilkan umbi batang yang dapat dimakan dan ada kemiripan dalam morfologi daun pada fase vegetatifnya.

Nama lainnya adalah porang, meskipun nama ini juga dipakai untuk iles-iles. Nama-nama dalam bahasa lain: elephant foot yam atau stink lily (bahasa Inggris), teve (bahasa Tonga), jimmikand, suran, chenna, ol (bahasa Bengal), serta oluo (bahasa Odia).

Suweg adalah tanaman asli Asia Tenggara dan tumbuh di hutan-hutan kawasan Malesia, Filipina, serta India tropik (bagian selatan).

*Muhammad Gufran Padjalai

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Bunga Bangkai Mekar di Belakang Rumah, Awalnya Dikira Ada Ayam Mati"