5000 Pelajar di Jakarta Ikrarkan Anti Narkoba dan Terorisme

JAKARTA - Sebanyak 5.000 pelajar Sekolah Menengah Atas atau sederajat di DKI Jakarta membacakan Ikrar Pemuda Indonesia Anti Narkoba dan Anti Radikalisme di Jakarta Islamic Center, Jakarta Utara pada Rabu (13/12).


Kepala Unit Pengelola dan Pengembangan Jakarta Islamic Center, Ahmad Juhandi mengemukakan, ikrar itu dalam rangka memperingati Maulid Nabi SAW 1439 H.

"Jakarta Islamic Centre melalui Divisi Takmir menyelenggarakan acara Peringatan Maulid Nabi SAW dengan tema Mewujudkan Generasi Muda Indonesia Anti Narkoba dan Anti Radikalisme," ungkap Ahmad.

Ia melanjutkan, Jakarta Islamic Center sebagai salah satu unit pelaksana teknis Dinas Sosial DKI Jakarta memiliki tugas salah satunya memfasilitasi aktivitas pelayanan sosial dan keagamaan berupa peringatan maulid ini.


Dalam Ikrar Pemuda Indonesia Anti Narkoba dan Anti Radikalisme, pihaknya bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme dalam seminar Pencegahan dan Penanggulangan Radikalisme Berbasis Agama karena melihat generasi muda perlu untuk menjaga kerukunan umat beragama.

Selain itu, hal rentan lainnya yang menyerang generasi muda adalah penyebaran dan penyalahgunaan Narkoba. Sehingga Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi DKI Jakarta ikut memberikan pemaparan mengenai Pencegahan dan Penanggulangan Penyalahgunaan Narkoba.


Dalam rangkaian peringatan maulid, akan dilanjutkan kegiatan esok hari dengan diselenggarakannya Lomba Seni Islami dan Kreativitas Anak yang di dalamnya terdapat Lomba Mewarnai, Fashion Show, Lagu Islami, Merangkai Bunga, Merias Wajah, Kolase dan Lari Estafet yang bertempat di ruang Serbaguna Jakarta Islamic Center.

"Kami berharap setiap kegiatan keagamaan yang diadakan di Jakarta Islamic Center dapat meningkatkan nilai-nilai spritual kita. Karena salah satu upaya mengatasi permasalahan sosial adalah terpenuhinya kebutuhan spritual," ujar Ahmad. (JOIN)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "5000 Pelajar di Jakarta Ikrarkan Anti Narkoba dan Terorisme"