Wah... Ternyata Kakao Dari Indonesia Tidak Diakui di Negara Swiss

GUBERNUR Sulawesi Barat Anwar Adnan Saleh mengaku sangat kecewa setelah menemukan kenyataan saat berkunjungan ke pabrik cokelat Calleir Nestle  di kota Interlaken Switzerland.

Kekecewaan Anwar Adnan Saleh tersebut dikarenakan nama Indonesia ternyata tidak terdaftar sebagai pemasok kakao di pabrik tersebut. Padahal pabrik tersebut mengolah kakao yang sebagaian besar berasal dari Sulawesi Barat‬ - Indonesia.

‪Anwar Adnan Saleh baru-baru ini memang mengunjungi pabrik cokelat Callier Nestley di kota Interlaken Switzerland.

Kunjungan kerjasama ke negara Swiss, gubernur dua periode ini didampingi oleh Bupati Kabupaten Polewali Mandar Andi Ibrahim, ketua kadin serta beberapa instansi terkait pemerintah provinsi Sulawesi Barat dan kabupaten Polewali Mandar‬.

‪Pada kunjunganya ke pabrik cokelat Callier Nestley gubernur dan rombongan melihat langsung pembuatan cokelat yang siap saji.

Gubernur juga berkunjung ke meseum sejerah masuknya kakao di negara eropa. Nah saat mengunjungi museum inilah gubernur melihat beberpa naman negera terpajang di meseum tersebut sebagai negara pemasok kakao untuk pabrik cokelat Callier Nestley.

Yang janggal di mata Gubernur, nama Indonesia tidak terdaftar di meseum tersebut. Padahal sebagian besar kakoa yang diolah di pabrik tersebut berasal dari Indonesia yang salah satunya dari provinsi Sulawesi Barat‬.

Tak terima dengan kenyataan tersebut, Gubernur yang lahir di daerah pengunungan Pitu Ulunna Salu itu pun mempertanyakan masalah tersebut.

Akhirnya gubernur memperoleh jawaban dari pihak Callier Nestley bahwa bahan baku kakao memang dari Indonesia tetapi masuk melalui negara lain seperti Jepang, Australia.

Hasil olahan dari negara tersebut di pasok ke negara eropa atau termasuk di pabrik Callier Nestley, sehingga nama Indonesia tidak termasuk sebagai pemasok kakao di pabrik tersebut‬.

‪Mendengar penjelasan dari pihak Callier Nestley gubernur Sulbar merasa sangat kecewa. Karena itu gubernur mengatakan, dirinya akan melaporkan hal tersebut kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo‬

‪Setelah meninjau pabrik coklat Callier Nestley Gubernur Sulbar mengatakan, dirinya akan menjadikan masalah tersebut sebagai spirit unutk lebih memberdayakan petani kakao agar peningkatan mutu dan kualitas kakao di Indonesia khususnya di Sulawesi Barat dapat  bersaing di tingkat internasional sesuai dengan target presiden republik Indonesia tahun 2020 yaitu Indonesia menjadi penghasil kakao nomor satu di dunia‬

‪Gubernur juga menceritakan bahwa, kerja sama pemerintah provinsi Sulawesi Barat dengan pihak Nesley yang sudah berjalan kurang kebih enam tahun akan lebih ditingkatkan agar cokelat di Indonesai dapat langsung masuk ke pabrik cokelat Callier Nestley di negara Swiss dan tidak lagi melalui negara lain‬.

Sumber: Kareba1.Com

Subscribe to receive free email updates: