Kemajuan Pembangunan vs Warisan Budaya

Pembangunan infrastruktur telah menyentuh tanah leluhur kita di daerah pegunungan
Pitu Ulunna Salu (PUS) hingga ke pedalaman terpencil.
Memang kita sadari bahwa laju pertumbuhan pembangunan di daerah PUS tidak secepat yang dirasakan di daerah-daerah di pesisir, namun harus diakui bahwa dampak pembangunan tersebut, perlahan tapi pasti, telah membawa perubahan yang cukup berarti.
Karena sentuhan pembangunan tersebut, wajah kehidupan masyarakat nyata terlihat dari waktu ke waktu mengalami perubahan khususnya dalam bidang ekonomi, pertanian, pendidikan, kesehatan, transportasi, informasi dan telekomunikasi.
Namun ironisnya, sedikit kemajuan dari pengaruh arus pembangunan yang telah wujud di tengah kehidupan masyarakat kita tersebut, juga telah menyebabkan kemunduran di bidang lain yang mungkin belum sepenuhnya disadari bersama.
Sebutlah misalnya kehidupan mental dan spritual masyarakat kita dalam beberapa waktu terkahir. Mungkin saat ini belum ada hasil penelitian yang dapat menunjukkan data secara pasti, terukur dan bisa dipertanggungjawabkan.
Namun fenomena yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari saat ini dengan jelas memperlihatkan kepada kita, bahwa ada banyak hal bernilai positif yang sebelumnya ada dalam ehidupan masyarakat kita, akhir-akhir ini sudah sulit bahkan tidak lagi bisa ditemukan.
Sebutlah misalnya kepedulian terhadap kepentingan umum yang ditunjukkan dengan sikap masyarakat kita di masa lalu yang dengan rela, sendiri-sendiri atau berkelompok bekerja memperbaiki fasiltas umum yang mengalami kerusakan. Hari ini, bentuk kepedulian yang sekaigus merupakan bentuk kerjasama yang memncerminkan persaudaraan tersebut makin langka.
Disaat yang sama, muncul hal-hal baru yang diakui atau tidak, jstru banyak membawa fenomena aneh dan tak biasa bagi masyarakat kita. Bahkan lebih jauh, banyak kerusakan yang terjadi namun belum sepenuhnya disadari.
Hal ini disebabkan karena pembangunan infrastruktur yang ada, tidak dibarengi dengan upaya perlindungan lingkungan dan pelestarian budaya.
Padahal hal yang disebut terakhir di atas merupakan komponen utama sebuah masyarakat dapat disebut memiliki jati diri.
Tanpa peninggalan budaya masa lalu dalam bentuk peradaban yang dibuktikan dengan peninggalan-peninglan yang memiliki nilai sejarah, sebuah kelompok masyarakat dapat dikatakan tidak memiliki identitas. Karena itu menjaga peninggalan-peninglan sejarah merupkan upaya menjaga identitas daerah.
Manfaat menjaga dan melestarikan peninggalan sejarah masa lalau antara lain yaitu, memperkaya khasanah kebudayaan bangsa Indonesia, menambah pendapatan Negara karena digunakan sebagai obyek wisata, menyelamatkan keberadaan benda peninggalan sejarah, sehingga dapat dinikmati oleh generasi yang akan datang, dan membantu dunia pendidikan dan ilmu pengetahuan dengan memanfaatkan untuk obyek penelitian.
Oleh karena itu, sudah menjadi tanggungjawab bersama sebagai generasi yang ada dan hidup di zaman ini untuk melindungi dan menjaga warisan leluhur masa lalau untuk kenang-kenangan kita kepada generasi yang akan datang.

Subscribe to receive free email updates: